Wow, Ratusan Warga di Brebes Terisolir Akibat Jembatan Hancur

Peristiwa
Sejumlah warga Desa Kutamendala Kecamatan Tonjong menyeberangi sungai lantatan tak memiliki jembatan. (foto: Istimewa)

BREBES, gugah.id – Ratusan warga Dukuh Wadasgumantung, Desa Kutamendala Kecamatan Tonjong Kabupaten Brebes terisolir akibat jembatan penghubung yang hancur diterjang banjir beberapa waktu lalu.

Kepala Desa Kutamendala, Fatkhuri mengungkapkan, tahun 2004 lalu sempat dibangun jembatan. Seiring berjalannya waktu, tahun 2007 jembatan tersebut rusak akibat diterjang arus sungai yang terlalu deras.

“Di lokasi jembatan itu merupakan pertemuan dua arus sungai besar, yaitu Kali Pedes dan Kali Glagah. Pondasi itu hancur, tidak tahu itu faktor alam atau faktor lain,” katanya saat ditemui, Sabtu (6/11/2021).

Fatkhuri menyebut, sekitar tahun 2007, warga juga pernah swadaya memperbaiki jembatan yang rusak dengan memakai kayu.

“Jadi lantai besi-besi yang terputus itu sempat diganti menggunakan kayu. Kemudian 2014, mengalami kerusakan lagi. Karena banjir saat itu, mengakibatkan jembatan itu putus sampai di tengah,” terangnya.

Menurutnya, tahun 2016 pilar di ujung selatan jembatan itu masih ada. Namun, sekarang sudah hancur total karena terbawa arus sungai hingga tidak ada bekasnya. Selanjutnya, pada tahun 2019 juga pernah dapat bantuan berupa jembatan darurat. Namun, letaknya bukan di bekas jembatan itu melainkan di sebelah timurnya.

“Waktu itu, ada wacana jembatan itu akan dialihkan ke sebelah timur sekitar 1 kilometer dari lokasi yang pertama dibangun. Karena jembatan darurat, jadi kondisinya pun ala kadarnya. Tahun kemarin banjir bandang, karena pondasi menggunakan drum nggantung, sekarang kondisinya sudah miring sudah tidak bisa dilalui,” jelasnya.

Hancurnya jembatan itu, lanjut dia, mengakibatkan ratusan warga di Dukuh Wadas Gumantung bakal terisolir. Dipastikan, saat musim penghujan tiba, tepatnya di RW 10 ada 4 RT dengan jumlah 900 warga terisolir.

Fatkhuri membeberkan, sekitar sebulan lalu, pihaknya diberi tahu bahwa ada tim teknis yang meninjau lokasi untuk pembangunan jembatan baru. Bahkan, dari pihak Perhutani juga turun ke lokasi bersama konsultan dan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Brebes.

“Insya Allah. Mudah-mudahan tahun depan pembangunan jembatan bisa terealisasi,” harapnya.

Fatkhuri berharap dukungan dari masyarakat Kabupaten Brebes, sehingga pembangunan jembatan tersebut bisa terealisasi di tahun 2022 sehingga ratusan warganya tidak terisolir lagi.

“Terus terang, saya kasihan sama anak-anak sekolah. Bahkan, untuk sektor perekonomian juga terhambat, karena warga yang akan menjual hasil bumi ini mengalami kesulitan,” ucapnya. Sebab, saat ketinggian air sungai mencapai leher badan orang dewasa, warga tidak berani menyeberangi sungai, karena arus sangat deras.

“Saat ketinggian air di sungai mencapai leher badan orang dewasa, warga tidak berani menyeberang. Kecuali airnya di bawah pinggul, baru bisa menyebrang. Kami berharap pada Pemda Brebes untuk tidak menutup mata pada warga kami di RW 10 yang selama ini terisolir,” tandasnya.

Sementara itu, Sekretaris DPU Kabupaten Brebes, Abdul Majid mengaku, pihaknya sudah meninjau lokasi bersama tim perencanaan teknis untuk perekaman data lapangan untuk menjadi acuan dalam menyusun perencanaan teknis dan estimasi anggaran. Menurut Majid, pada prinsipnya Pemkab Brebes serius dalam menyikapi kondisi yang sangat memprihatinkan tersebut.

“Iya, kami sudah turun ke lapangan. Harapan kami bisa segera dianggarkan untuk tahun 2022,” tutupnya. (mah)

Leave a Reply