HUKUM
1. Eks Pimpinan BGN Ajukan Justice Collaborator
Salah satu dari tiga tersangka kasus dugaan korupsi di Badan Gizi Nasional (BGN), Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya, mengajukan diri sebagai Justice Collaborator (JC) untuk membantu membongkar kasus tersebut.
JC merupakan status yang dapat diberikan kepada tersangka atau terpidana yang bekerja sama dengan aparat penegak hukum dalam mengungkap tindak pidana besar yang melibatkan banyak pihak. Syaratnya, yang bersangkutan mengakui keterlibatannya dan memberikan keterangan yang signifikan untuk mengungkap pelaku lain. Sebagai imbalannya, JC dapat memperoleh keringanan hukuman.
Menurut kuasa hukum Sony, Krisna Murti, surat pengajuan JC akan segera disampaikan kepada Kejaksaan Agung. Sony mengaku ingin membuka secara terang-benderang kasus korupsi di BGN sekaligus membantah tuduhan bahwa dirinya merupakan otak dari praktik jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG.
Krisna menyebut kliennya siap mengungkap sejumlah tokoh dari kalangan eksekutif maupun legislatif yang diduga terlibat dalam korupsi di BGN. Selain Sony, dua tersangka lainnya adalah Dadan Hindayana dan Letjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung.
2. KPK Ungkap Modus Korupsi Silmy Karim
Ketua KPK Setyo Budiyanto memaparkan modus dugaan korupsi yang menjerat Silmy Karim hingga berujung pada penahanannya dan pencopotan dari jabatan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas).
Menurut KPK, saat menjabat Direktur Jenderal Imigrasi pada periode 2023–2024, Silmy diduga memerintahkan bawahannya untuk memungut biaya tambahan dari warga negara asing (WNA) yang mengurus izin tinggal di Indonesia.
Sepanjang periode 2022–2026, praktik tersebut diduga menghasilkan dana sebesar Rp145,5 miliar yang kemudian mengalir kepada sejumlah pihak yang terlibat.
Setyo mengungkapkan bahwa Silmy diduga menerima setoran rutin sebesar Rp100 juta setiap minggu yang diserahkan setiap hari Jumat. Setoran tersebut disebut tetap mengalir meskipun Silmy telah menjabat sebagai Wamen Imipas sejak Oktober 2024.
Dalam perkara ini, KPK menetapkan Silmy bersama tujuh orang bawahannya sebagai tersangka korupsi dan gratifikasi. Hasil penelusuran bersama PPATK menemukan 96 rekening yang diduga digunakan sebagai penampungan dana pungutan liar tersebut. Sebagian rekening menggunakan identitas pegawai pendukung seperti pesuruh kantor dan petugas kebersihan.
POLITIK
Said Iqbal Diisukan Masuk Kabinet
Pemerintahan Prabowo-Gibran berpotensi menghadirkan wajah baru di jajaran kabinet.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengisyaratkan bahwa Presiden Partai Buruh sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, tengah diproses untuk masuk kabinet dan menangani bidang ketenagakerjaan.
Apabila terealisasi, Said Iqbal akan menjadi tokoh buruh kedua yang bergabung dalam kabinet setelah Mohammad Jumhur Hidayat, yang telah menjabat sebagai Menteri Lingkungan Hidup sejak 27 April 2026.
EKONOMI
1. Kepercayaan Investor Terhadap Indonesia Terus Tergerus
Kepercayaan investor global terhadap Indonesia dinilai terus mengalami tekanan di tengah meningkatnya intervensi negara dalam kebijakan ekonomi.
Laporan Bloomberg menyebut seruan “Sell Indonesia” semakin populer di kalangan investor. Hanya lima bulan setelah mencapai rekor tertinggi, IHSG telah terkoreksi sekitar 36 persen dan menjadi salah satu pasar saham dengan kinerja terburuk di dunia.
Sejak Presiden Prabowo menjabat pada Oktober 2024, rupiah tercatat melemah sekitar 14 persen dan menjadi mata uang dengan kinerja terburuk di Asia sepanjang 2026. Pada saat yang sama, investor asing terus menarik dana dari pasar obligasi domestik.
Investor menyoroti sejumlah kebijakan pemerintah, seperti target pertumbuhan ekonomi 8 persen, program Makan Bergizi Gratis (MBG), perluasan peran negara dalam perekonomian, alokasi dana besar ke Danantara, serta penguatan kontrol terhadap ekspor komoditas strategis.
Meski demikian, sebagian investor masih memandang prospek jangka panjang Indonesia tetap menarik karena didukung pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen, tingkat utang pemerintah yang relatif rendah, populasi besar, dan kekayaan sumber daya alam yang melimpah.
Namun pasar masih menunggu kepastian mengenai arah kebijakan fiskal, independensi Bank Indonesia, serta transparansi pengelolaan Danantara sebelum kembali meningkatkan eksposur investasi di Indonesia.
2. Defisit APBN Mei 2026 Mencapai Rp180,4 Triliun
Pemerintah melaporkan APBN hingga Mei 2026 mengalami defisit sebesar Rp180,4 triliun atau setara 0,70 persen terhadap PDB. Angka tersebut meningkat dibandingkan defisit April yang mencapai Rp164,4 triliun atau 0,64 persen terhadap PDB.
Pendapatan negara tercatat sebesar Rp1.185 triliun atau 37,6 persen dari target APBN 2026, tumbuh 19,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, realisasi belanja negara mencapai Rp1.365,4 triliun atau 35,5 persen dari target APBN, meningkat 34,4 persen secara tahunan.
Menteri Keuangan Purbaya menyatakan capaian tersebut menunjukkan kondisi fiskal Indonesia masih berada dalam kondisi yang baik dan membantah anggapan bahwa pelemahan rupiah disebabkan oleh kebijakan fiskal yang tidak terkendali.
Keseimbangan primer tercatat surplus Rp58,6 triliun, sedangkan realisasi pembiayaan anggaran mencapai Rp379,4 triliun atau 55,1 persen dari target tahun ini.
Kinerja Penerimaan Pajak
Realisasi penerimaan pajak hingga Mei 2026 mencapai Rp834,4 triliun atau naik 22,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Rinciannya sebagai berikut:
- PPh Orang Pribadi dan PPh Pasal 21: Rp123,1 triliun (+26%)
- PPN dan PPnBM: Rp315,7 triliun (+41,3%)
- PPh Badan: Rp167,6 triliun (+23,9%)
- PPh Final, Pasal 22, dan Pasal 26: Rp138,7 triliun (+5,2%)
- Pajak lainnya: Rp89,3 triliun (-6%)
3. Pemerintah Bantah Isu Mundurnya Menkeu
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi membantah rumor yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya akan mengundurkan diri dari kabinet.
Menurut Prasetyo, kondisi ekonomi saat ini justru membutuhkan koordinasi yang kuat antarlembaga sehingga isu tersebut tidak berdasar.
Purbaya juga membantah kabar tersebut sekaligus menepis spekulasi yang mengaitkan dirinya dengan posisi Gubernur Bank Indonesia. Ia mengaku sempat menerima tawaran untuk merangkap jabatan, namun menolaknya.
Rumor tersebut sempat ramai beredar bersamaan dengan isu reshuffle kabinet.
TRENDING MEDSOS
1. Rupiah dan IHSG Jadi Sorotan
Tagar “Rp18.000” dan “IHSG” menjadi topik yang banyak diperbincangkan di platform X.
Perbincangan dipicu oleh nilai tukar rupiah yang telah menembus level Rp18.000 per dolar AS, sementara IHSG terus mengalami tekanan. Hingga pukul 14.20 WIB, IHSG tercatat turun 198,7 poin atau 3,4 persen ke level 5.641,08.
2. Said Iqbal Masuk Google Trends
Nama Said Iqbal menjadi salah satu kata kunci yang paling banyak dicari di Google setelah muncul sinyal bahwa Presiden KSPI tersebut berpotensi masuk kabinet Presiden Prabowo.
Mensesneg Prasetyo Hadi menyebut posisi yang akan diemban Said kemungkinan besar tidak jauh dari bidang yang selama ini menjadi fokus perjuangannya, yakni ketenagakerjaan.
HIGHLIGHT
Pengajuan status Justice Collaborator oleh Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya berpotensi menjadi titik penting dalam pengungkapan dugaan korupsi di Badan Gizi Nasional. Jika informasi yang disampaikan benar dan didukung bukti yang kuat, langkah tersebut dapat membuka keterlibatan pihak-pihak lain yang selama ini belum tersentuh proses hukum.
Namun demikian, publik juga perlu memandang langkah tersebut secara proporsional. Status JC memang merupakan instrumen hukum yang sah untuk membantu mengungkap kejahatan terorganisasi, tetapi pada saat yang sama memberikan peluang bagi tersangka untuk memperoleh keringanan hukuman.
Karena itu, yang terpenting bukanlah pernyataan atau klaim yang disampaikan, melainkan sejauh mana informasi yang diberikan dapat diverifikasi dan ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum. Jika benar terdapat keterlibatan tokoh-tokoh dari kalangan eksekutif maupun legislatif dalam perkara ini, maka pengungkapan yang transparan dan konsisten akan menjadi ujian penting bagi komitmen pemberantasan korupsi serta upaya memulihkan kepercayaan publik terhadap institusi negara.