POLITIK
1. Said Iqbal Resmi Jadi Penasihat Khusus Presiden
Presiden Prabowo Subianto mengangkat Presiden Partai Buruh sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan.
Menurut Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, pengangkatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan buruh. Said Iqbal dilantik sore hari ini dengan kedudukan yang setara dengan menteri kabinet.
Pada kesempatan yang sama, Presiden juga melantik Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), menggantikan Dadan Hindayana yang kini berstatus tersangka dalam kasus dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
2. Wakil Kepala BGN Mundur dari TNI
Salah satu Wakil Kepala BGN yang baru ditunjuk Presiden, Mayjen TNI Trenggono, telah mengajukan pengunduran diri dari dinas militer. Pengunduran dirinya telah disetujui Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.
Sebelum ditunjuk di BGN, Trenggono menjabat sebagai Wakil Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara. Kepala BGN Nanik Deyang menjelaskan bahwa pihaknya membutuhkan personel yang memahami persoalan teritorial, sehingga kehadiran Trenggono dianggap penting untuk mendukung pelaksanaan program.
3. Belanja Pegawai Daerah Lampaui Batas APBD
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan bahwa belanja pegawai di 21 provinsi dan 367 kabupaten telah melampaui 30 persen dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) masing-masing.
Selain itu, 91 dari 93 pemerintah kota juga mengalami kondisi serupa. Padahal, Undang-Undang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (HKPD) mengamanatkan bahwa belanja pegawai maksimal 30 persen dari total APBD.
Karena itu, Tito meminta pemerintah daerah menghentikan perekrutan tenaga honorer dan mulai mengurangi jumlah pegawai. Menurutnya, beban pegawai yang terlalu besar membuat daerah kesulitan membayar gaji dan honor serta mempersempit ruang fiskal untuk membiayai program pembangunan lainnya.
Tito juga menyoroti banyaknya tenaga honorer yang direkrut sebagai bagian dari tim sukses kepala daerah saat pemilu. Menurutnya, sebagian dari mereka terbukti tidak memiliki kompetensi yang memadai.
EKONOMI
1. Cadangan Devisa Terus Menyusut
Bank Indonesia (BI) melaporkan cadangan devisa Indonesia pada Mei 2026 berada di level USD 144,9 miliar, turun dari posisi April sebesar USD 146,2 miliar.
Penurunan ini menjadi penyusutan cadangan devisa selama lima bulan berturut-turut. Sejak awal tahun hingga Mei 2026, total cadangan devisa telah berkurang sebesar USD 11,57 miliar.
Kondisi tersebut menunjukkan besarnya sumber daya yang digunakan BI untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, yang sejak awal tahun telah melemah sekitar 8,14 persen (year-to-date) dan menjadi mata uang dengan kinerja terburuk di Asia.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menegaskan bahwa posisi cadangan devisa saat ini masih tergolong aman karena setara dengan pembiayaan 5,6 bulan impor atau 5,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Angka tersebut juga masih jauh di atas standar kecukupan internasional yang berada di kisaran tiga bulan impor.
2. DPR Bahas Tata Kelola Ekspor Bersama Danantara
Di tengah pelemahan rupiah dan penurunan pasar saham, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengumpulkan sejumlah pejabat pemerintah di Gedung DPR.
Pertemuan tersebut dihadiri Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, serta Chief Operating Officer (COO) Danantara, Donny Oskaria.
Menurut Dasco, pertemuan itu membahas koordinasi kebijakan baru terkait tata kelola ekspor komoditas yang mulai ditangani PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), yang ditunjuk pemerintah sebagai perantara tunggal ekspor sumber daya alam.
3. Pemerintah Beri Kepastian untuk Dunia Usaha
Usai pertemuan tersebut, Sufmi Dasco Ahmad, Bahlil Lahadalia, dan Donny Oskaria meminta para pelaku usaha tidak khawatir terhadap keberadaan PT DSI.
Mereka menegaskan bahwa kontrak-kontrak yang telah berjalan tidak akan terganggu. Untuk periode Juni hingga 31 Desember 2026, PT DSI hanya bertugas sebagai perantara tunggal ekspor komoditas batu bara, kelapa sawit, dan ferro alloy.
DSI akan mengenakan biaya layanan, bukan komisi seperti perantara dagang pada umumnya.
Bahlil juga menyampaikan empat poin hasil pembahasan pemerintah:
- Sistem bagi hasil gross split tetap berlaku hanya untuk sektor migas dan tidak diterapkan pada sektor minerba.
- Pemerintah menjamin keberlanjutan program hilirisasi dengan memastikan ketersediaan bahan baku dalam negeri.
- Kebijakan RKAB batu bara akan dibuat lebih fleksibel agar produksi dapat menyesuaikan kondisi pasar.
- Tidak akan ada perubahan aturan yang mengganggu operasional perusahaan tambang yang telah beroperasi saat ini.
4. Pemerintah Periksa Ratusan Perusahaan Sawit
Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa sekitar 270–300 perusahaan kelapa sawit akan diperiksa karena belum menyesuaikan harga pembelian Tandan Buah Segar (TBS) sesuai kondisi pasar.
Pemerintah bersama asosiasi pengusaha, petani, Satgas Pangan, dan Direktorat Tindak Pidana Khusus dari 25 provinsi telah menyepakati bahwa tidak boleh ada lagi penurunan harga TBS di tingkat petani.
Menurut Amran, penguatan nilai tukar dolar AS seharusnya mendorong kenaikan harga TBS. Oleh karena itu, penurunan harga yang terjadi saat ini dianggap sebagai sebuah anomali.
Sementara itu, Kepala Satgas Pangan Polri Brigjen Ade Safri Simanjuntak mengungkapkan adanya indikasi praktik kartel yang menyebabkan harga TBS turun di tengah kenaikan harga minyak sawit mentah (CPO) dunia.
Untuk menelusuri dugaan tersebut, Satgas Pangan akan melakukan penyelidikan bersama Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).
TRENDING MEDIA SOSIAL
1. “Padahal Presidennya” Trending di X
Tagar dan frasa “Padahal presidennya” menjadi trending topic di platform X.
Warganet ramai membahas nilai tukar dolar AS yang telah menembus Rp18.000 per USD. Banyak pengguna media sosial mengunggah kembali cuitan akun Partai Gerindra pada 23 April 2018 yang berbunyi:
“Wah, sudah mau 14 ribu, ya? Padahal presidennya bukan pak @prabowo.”
2. BMKG Sulut Masuk Google Trends
BMKG Sulawesi Utara masuk daftar topik paling banyak dicari di Google dengan lebih dari 50 ribu pencarian.
Peningkatan pencarian terjadi setelah BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami di sejumlah wilayah pesisir Sulawesi Utara dan Maluku Utara akibat gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang terjadi di selatan Mindanao, Filipina.
Pada siang hari, BMKG juga melaporkan gempa magnitudo 4,4 yang mengguncang wilayah Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara.
HIGHLIGHTS
1. Meritokrasi dan Beban Pegawai Daerah
Beban biaya pegawai yang direkrut karena kedekatan politik atau menjadi pendukung kepala daerah saat pemilu menunjukkan bahwa prinsip meritokrasi belum sepenuhnya diterapkan.
Kondisi ini berpotensi mendorong kemunduran kualitas demokrasi dan mengarah pada praktik mobokrasi, yakni kekuasaan yang dibangun atas dasar dukung-mendukung kelompok, bukan kompetensi dan kapasitas.
2. Buruh Makin Dekat ke Lingkaran Kekuasaan
Masuknya Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden menambah daftar tokoh buruh yang berada di lingkaran kekuasaan setelah sebelumnya Mohammad Jumhur Hidayat menjabat Menteri Lingkungan Hidup.
Presiden Prabowo tampak konsisten merangkul berbagai kelompok politik dan sosial ke dalam pemerintahannya. Kritik bahwa kabinet menjadi terlalu besar dan mahal tampaknya bukan pertimbangan utama.
Di sisi lain, kondisi ekonomi yang sedang menghadapi berbagai tekanan juga membuat kelompok buruh menjadi salah satu elemen strategis yang perlu dirangkul guna menjaga stabilitas sosial dan politik.
3. Cadangan Devisa Terus Menyusut, Sampai Kapan BI Bertahan?
Cadangan devisa Indonesia kembali melanjutkan tren penurunan selama lima bulan berturut-turut. Pada Mei 2026, posisinya tercatat sebesar USD 144,9 miliar, turun dari USD 146,2 miliar pada April.
Memang, posisi tersebut masih tergolong aman karena setara dengan pembiayaan 5,6 bulan impor atau 5,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, jauh di atas standar kecukupan internasional.
Namun, dengan rupiah yang telah melemah lebih dari 8 persen sejak awal tahun dan kini berada di atas level Rp18.000 per dolar AS, pertanyaan yang mulai muncul adalah sampai kapan Bank Indonesia mampu mempertahankan stabilitas rupiah melalui intervensi pasar tanpa menggerus cadangan devisa lebih dalam lagi.